aku bertemu dengannya..kharismanya membuat aku terdiam dan tenggelam dalam kebisuan dan ketiada berdayaan...dia menatapku dengan tatapan menyejukkan namun sekilas terasa tajam dan menyilukan..
"siapakah gerangan kiranya engkau?" kucoba paksa untuk berani bertanya, menghempaskan kelunya lidahku
"aku adalah sesuatu yang bersemayam didalam dirimu" jawabnya lembut sembari tersenyum manis, membuat sanubari terasa tenang mendengarkan nadanya dan seolah terhamparku dalam damai pada lapangan rumput luas yang sejuk saat menatap senyumnya...
"di dalam diriku ?" tanyaku lagi..
"iya..aku ada dalam hatimu" jawabnya
dia ada dihatiku??
kulanjutkan bertanya.. "mengapa engkau disini..dan apa yang kau ingin perbuat pada diriku?"
tatapannya berubah tajam dan senyumannya menjadi sinis dan berkata "aku akan menyiksamu"
"maksudmu" tanyaku kaget dengan jawabnya
“Aku akan menjeratmu, dengan perangkat yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya, dengan segenap kemampuanmu, kau tak akan bisa lepas dan menghindar dariku, semakin kau coba untuk lepas dan berontak, akan semakin erat perangkapku menjerat, menghisapmu sperti pasir hidup di tengah padang pasir yang kering, dan aku akan menelanmu”
Aku terdiam dan tersudut dengan jawaban dari suara yang tadi terasa sangat menyejukkan..namun sekarang serasa menyayat sesuatu dalam diriku..
"se...se..setelah itu" gugup tanyaku..
lagi ia menjawab dengan suara berwibawa dan tegas"iya aku akan menyiksamu...aku akan memenjarakanmu dan hatimu dalam penjara yang akan membuatmu merana dan hilang asa dalam kesendirian, penjara dengan segala kegundahan dan kegelisahan yang akan membuatmu jadi tak menentu dan hilang arah dalam hidup ini"
hufff...kejamnya batinku mengeluh..kulanjutkan tanyaku sembari berusaha menenangkan diri "masih ada lagi yang kau lakukan padaku"
"aku akan melukaimu dan menyiramimu dengan penderitaan dan kesengsaraan, yang akan membuat perih luka-luka itu, merasuk ke tulang dan membuatnya ngilu..membuat darah yang mengalir dalam tubuhmu terasa pedih.., membuat detak jantungmu bagai godam yang memalu ragamu"
Oh sangat kejam keluh batinku.."masih adakah lagi?" lanjutku
"Aku akan mencacah jiwa dan hatimu dengan sembilu kerinduan, kemudian akan ku iris dengan kegelisahan...menghilangka
aku tercenung..diam..tak mampu lagi bertanya..
ia melanjutkan katanya "aku bisa melakukan segalanya terhadapmu, aku dapat mebutakan matamu, menulikan telingamu, melumpuhkan semua syarafmu,..menghentikan nafasmu bahkan menghentikan detak jantung dan aliran darahmu"
"Cukup.." Mohon ku perlahan...tak bertenaga lagi rasanya aku setelah mendengar semua penjelasannya..
aku lanjut bertanya "bisakah aku menghindarimu"
ia menjawab "tidak...kau tidak bisa menghindar dariku.."
"Kalo begitu..Adakah caraku untuk menghindari semua yang akan perbuat terhadapku,,bisakah aku berdamai denganmu" lanjutku bertanya...
Dia diam..dan menatapku dalam seolah mencari sebuah ketulusan dari ku..
Hening...............
"ada" jawabnya memecah keheningan..."ada..tapi jangan sekali-kali kau coba khianati"..
mataku kembali berbinar mendengar jawabnya "Benarkah...apa itu?
"Letakkanlah aku dalam wadah yang lembut di hatimu. jaga aku dengan kelembutan, Pelihara aku dengan kesabaran, Rawat aku dengan keikhlasan, sirami aku dengan air mata ketulusan, sehingga engkau akan merasakan kedamaian. Akupun akan merasa sempurna, karena pada hakikatnya, kesempurnaanku terletak pada penghambaan diri, kepatuhan, dan ketaatan kepada yang dicintai, yaitu nilai kebenaran dan aku tak akan menyakitimu”
“Akan aku lakukan. Tapi siapa sesungguhnya dirimu dan dari mana asalmu ?” tanyaku lagi
“Sesungguhnya aku ini di ciptakan oleh Sang Pencipta, Allah Ar-Rahman Ar-Rahim, untuk berada dalam diri manusia. Celakalah bagi yang tidak menempatkanku pada rumahku. Dan beruntunglah bagi yang memanfaatkanku dalam jalan kebenaran”
dia menutup kata-katanya “Ingat, jangan pernah meremehkanku dan memperlakukanku dengan dengan tidak baik. Rawat aku. Dan sekali lagi, jangan mengkhianatiku !”
"Iya akan aku lakukan itu semua"..
"maaf boleh aku tahu namamu ?"
Iya menatapku lembut dan sejuk seperti semula
"Namaku....?"
"Namaku Cinta..." katanya menutup pembicaraan dan sekejap menghilang bersama pekat malam
Sumber: catatan lamunanku
0 comments:
Post a Comment